5.1 Pengenalan Android
Android merupakan sistem operasi mobile
yang tumbuh di tengah sistem operasi lainnya yang berkembang dewasa ini.
Sistem operasi lainnya seperti Windows Mobile, i-Phone OS, Symbian dan masih
banyak lagi juga menawarkan kekayaan isi dan keoptimalan berjalan di atas
perangkat hardware yang ada. Akan tetapi, sistem operasi yang ada ini berjalan
dengan memprioritaskan aplikasi inti yang dibangun sendiri tanpa melihat
potensi yang cukup besar dari aplikasi pihak ketiga.
Oleh karena itu, adanya
keterbatasan distribusi aplikasi pihak ketiga untuk platform mereka.
Android menawarkan sebuah lingkungan
yang berbeda untuk pengembang. Setiap aplikasi memiliki tingkatan yang sama.
Android tidak membedakan antara aplikasi inti dengan aplikasi pihak ketiga. Application
Programming Interface (API) yang disediakan menawarkan akses ke hardware,
maupun data-data ponsel sekalipun, atau data sistem sendiri. Bahkan pengguna
dapat menghapus aplikasi inti dan menggantikannya dengan aplikasi pihak ketiga.(Nazruddin,
2011).
5.2 Arsitektur Android
Arsitektur Android dapat digambarkan
seperti pada gambar 1 dan secara garis besar Arsitektur Android dapat
dijelaskan sebagai berikut:
a.
Application dan Widgets
Application dan Widgets ini adalah layer
dimana kita berhubungan dengan aplikasi saja, dimana biasanya kita download
aplikasi kemudian kita lakukan instalasi dan jalankan aplikasi tersebut. Di
layer terdapat aplikasi inti termasuk klien email, program SMS, kalender, peta,
browser, kontak, dan lain-lain. Hampir semua aplikasi ditulis menggunakan bahasa
pemrograman Java.
b. Application
Frameworks
Android adalah “Open Development
Platform” yaitu Android menawarkan kepada pengembang atau memberi kemampuan
kepada pengembang untuk membangun aplikasi yang bagus dan inovatif. Pengembang
bebas untuk mengakses perangkat keras, akses informasi resource, menjalankan
service background, mengatur alarm, dan menambah status notifications,
dan sebagainya. Pengembang memiliki akses penuh menuju API framework seperti
yang dilakukan oleh aplikasi kategori inti. Arsitektur aplikasi dirancang
supaya kita dengan mudah dapat menggunakan kembali komponen yang sudah
digunakan (reuse). Sehingga bisa kita simpulkan Application Frameworks ini
adalah layer dimana para pembuat aplikasi melakukan pengembangan/pembuatan
aplikasi yang akan dijalankan di sistem operasi Android, karena pada layer
inilah aplikasi dapat dirancang dan dibuat, seperti content providers yang
berupa sms dan panggilan telepon.
Komponen-komponen yang termasuk di dalam
Application Frameworks adalah sebagai berikut:
1) Views
2) Content Provider
3) Resource
Manager
4) Notification
Manager
5) Activity
Manager
c. Libraries
Libraries ini adalah layer dimana
fitur-fitur Android berada, biasanya para pembuat aplikasi mengakses libraries
untuk menjalankan aplikasinya. Berjalan di atas Kernel, layer ini meliputi
berbagai library C/C++ inti seperti Libc SSL, serta:
a) Libraries
media untuk pemutaran media audio dan video
b) Libraries
untuk manajemen tampilan
c) Libraries
Graphics mencakup SGL dan OpenGL untuk grafis 2D dan 3D
d) Libraries
SQLite untuk dukungan database
e) Libraries
SSL dan WebKit terintegrasi dengan web browser dan security
f) Libraries
LiveWebcore mencakup modern web browser dengan engine embedded web view
g) Libraries
3D yang mencakup implementasi OpenGL ES1.0 API’s.
d. Android
Run Time
Layer yang membuat aplikasi Android
dapat dijalankan dimana dalam prosesnya menggunakan Implementasi Linux. Dalvik
Virtual Machine (DVM) merupakan mesin yang membentuk dasar kerangka aplikasi
Android. Di dalam Android Run Time dibagi menjadi dua bagian yaitu:
1. Core
Libraries: Aplikasi Android dibangun dalam bahasa Java, sementara Dalvik
sebagai virtual mesinnya bukan Virtual Machine Java, sehingga diperlukan sebuah
libraries yang berfungsi untuk menterjemahkan bahasa Java/C yang ditangani oleh
Core Libraries.
2. Dalvik
Virtual Machine: Virtual mesin berbasis register yang dioptimalkan untuk
menjalankan fungsi-fungsi secara efisien, dimana merupakan pengembangan yang
mampu membuat Linux Kernel untuk melakukan threading dan manajemen tingkat
rendah.
e. Linux
Kernel
Linux Kernel adalah layer dimana inti
dari sistem operasi Android itu berada. Berisi file-file sistem yang mengatur
sistem processing, memory, resource, drivers, dan sistem-sistem operasi Android
lainnya. Linux Kernel yang digunakan Android adalah Linux Kernel release 2.6.
(Nazruddin, 2011).
Pengertian GPS
GPS adalah singkatan dari Global
Positioning System, yang merupakan sistem navigasi dengan menggunakan
teknologi satelit yang dapat menerima sinyal dari satelit. Sistem ini
menggunakan 24 satelit yang mengirimkan sinyal gelombang mikro ke bumi. Sinyal
ini diterima oleh alat penerima (receiver) di permukaan, dimana GPS receiver
ini akan mengumpulkan informasi dari satelit GPS, seperti:
a.
Waktu. GPS receiver menerima
informasi waktu dari jam atom yang mempunyai keakurasian sangat tinggi.
b.
Lokasi. GPS memberikan
informasi lokasi dalam tiga dimensi:
1.
Latitude
2.
Longitude
3.
Elevasi
c.
Kecepatan. Ketika berpindah
tempat, GPS dapat menunjukkan informasi kecepatan berpindah tersebut.
d.
Arah perjalanan. GPS dapat
menunjukkan arah tujuan.
e.
Simpan lokasi. Tempat-tempat
yang sudah pernah atau ingin dikunjungi bisa disimpan oleh GPS receiver.
f.
Komulasi data. GPS receiver
dapat menyimpan informasi track, seperti total perjalanan yang sudah pernah
dilakukan, kecepatan rata-rata, kecepatan paling tinggi, kecepatan paling
rendah, waktu/jam sampai tujuan, dan sebagainya.
5.5.1
Akurasi GPS
Posisi yang ditunjukkan oleh suatu GPS mempunyai faktor kesalahan
atau juga disebut tingkat akurasi. Sebagai contoh suatu alat GPS menunjukkan
titik koordinat dengan tingkat akurasi 5 meter, itu berarti posisi pengguna
bisa berada dalam range radius 5 meter dari titik yang ditunjukkan tersebut.
Mengapa tingkat akurasi yang terlihat bisa berubah-ubah? Kadang
terlihat 10 meter, 15 meter, atau 5 meter. Ada beberapa hal yang mempengaruhi
tingkat akurasi tersebut, antara lain:
a.
Kesalahan Ephemeris. Terjadi
jika satelit tidak dapat mentransmisikan posisinya di orbit dengan tepat.
b.
Keadaan Ionosphere. Ionosphere
berada pada jarak sekitar 43-50 mil di atas permukaan bumi. Satelit yang
melewati ionosphere akan menjadi lambat dikarenakan adanya plasma (gas dengan
tingkat kepadatan rendah). Walaupun GPS receiver berusaha untuk
mengkoreksi/memperbaiki faktor keterlambatan yang terjadi tetap saja aktivitas
tertentu dari plasma bisa menyebabkan kesalahan perhitungan.
c.
Keadaan Troposphere.
Troposphere adalah bagian terendah dari atmosfer sampai dengan ketinggian
sekitar 11 mil dari permukaan tanah. Variasi pada temperatur, tekanan, dan
kelembaban bisa menyebabkan perbedaan kecepatan penerimaan gelombang radio.
d.
Kesalahan Waktu. Karena
penempatan jam atom pada setiap GPS receiver tidak berjalan sebagaimana
mestinya. Kesalahan waktu dari GPS receiver yang tidak presisi dapat
menimbulkan ketidakakurasian.
e.
Kesalahan Multipath. Terjadi
karena sinyal satelit membentur permukaan keras (seperti bangunan atau tebing)
sebelum mencapai GPS receiver. Hal tersebut bisa menyebabkan terjadinya delay
sehingga perhitungan jarak menjadi tidak akurat.
f.
Buruknya Sinyal Satelit.
Keadaan langit yang terhalang akan menyebabkan GPS sulit menerima data satelit.
Sebuah sinyal satelit yang pada hari tertentu diterima dengan sangat bagus
belum tentu pada hari lain bisa diterima dengan kualitas yang sama walaupun
user berdiri pada tempat yang sama. Hal tersebut dikarenakan posisi dari
satelit yang terus bergerak atau bisa juga disebabkan faktor penghalang lain
seperti pohon, gedung bertingkat, dan sebagainya.
5.5.2
Android Dan GPS
Dewasa ini, teknologi berkembang dengan pesat. Dulu ponsel hanya
sekedar digunakan untuk menelpon dan SMS saja. Sekarang ponsel sudah menjelma
menjadi kotak kecil ajaib yang serba bisa. Salah satunya adalah ponsel dengan
sistem operasi Android.
Dengan standarisasi fitur dan hardware yang dimiliki, menjadikan ponsel
Android ponsel canggih yang disukai banyak orang. Tidak lagi canggih karena
adanya fitur MMS, radio, atau internet berkecepatan tinggi tapi juga karena
ditanamkannya fitur teknologi satelit di dalamnya. Ya, perangkat GPS receiver
yang dulu besar dan eksklusif, sekarang sudah bisa dimiliki dengan “hanya”
membeli sebuah ponsel.
Dengan ponsel berteknologi satelit (GPS), banyak hal yang bisa
dilakukan. Ingin melihat di mana posisi user sekarang dalam sebuah peta?
Mengambil foto/video yang sudah dilengkapi dengan data koordinat? Ingin tahu
jalur olahraga bersepeda yang sudah pernah user lalui? Atau ingin tahu dimana
posisi ponsel yang hilang dicuri orang? Semua itu bisa dilakukan dengan ponsel
Android yang memiliki fitur GPS.
Tidak hanya itu, user juga dapat pergi ke tempat wisata tertentu
dengan dipandu gambar dan suara dari sebuah ponsel! Bahkan lebih jauh lagi, GPS
dapat digunakan untuk membantu memberikan peringatan dini terhadap terjadinya
bencana alam.
Sekarang ini banyak sekali pengembang-pengembang aplikasi untuk
sistem operasi Android termasuk aplikasi-aplikasi GPS. Yang menyenangkan
aplikasi-aplikasi tersebut jenisnya beragam dan jumlahnya pun banyak. (Wishnu,
2012).
No comments:
Post a Comment